Jumat, 27 Desember 2013

Rumah

pernah saya bertanya di manakah arti rumah yang sebenarnya
karena bersama teman sebaya terasa menyenangkan
dibanding di rumah ini, sepi, sendiri

tapi kawan sebaya tak selamanya ada
pun orang-orang dalam rumah ini

aku mencintai keluargaku
yang di rumah ini ataupun yang di sana
eh, rumah yang mana?

Sabtu, 21 Desember 2013

Dilema Moral Pergerakan Mahasiswa: Sebuah Opini Sederhana

Depok, Pukul 21:52 WIB
Kamar Asrama Universitas Indonesia

"Bahwa sesungguhnya mahasiswa adalah pemuda-pemudi yang memiliki keyakinan kepada kebenaran dan telah tercerahkan pemikirannya serta diteguhkan hatinya saat mereka berdiri di hadapan kezaliman. Oleh sebab itu, sepatutnya mahasiswa bergerak untuk mengubah kondisi bangsa menuju masyarakat madani yang adil dan makmur."
-Pembukaan UUD IKM UI-

paragraf di atas adalah pembukaan dari UUD IKM UI yang sering dilafalkan pada saat ospek mahasiswa baru atau yang teranyar adalah saat orasi pemelihan ketua BEM.
ada beberapa hal yang menarik perhatian saya mengingat dalam pembukaan UUD IM FKM UI, yaitu sebuah undang-undang kemahasiswaan di tingkat fakultas mengandung unsur kata-kata yang mirip dan berarti serupa yaitu "mahasiswa yang bergerak" dan juga "menuju masyarakat yang madani."

sebelumnya mari kita utarakan apa sebenarnya fungsi mahasiswa. 
mahasiswa -seperti yang biasa disampaikan- memiliki fungsi penting yaitu sebagai penegak keadilan diantara kezaliman.
"kenapa harus seperti itu?" jika di kepala anda muncul pertanyaan barusan, maka di kepala saya muncul pertanyaan lain, "kenapa orang yang dulu bikin pembukaan UUD IKM UI (atau bahkan semua LK yang ada di kampus) punya visi untuk mewujudkan masyarakat madani, bukan memajukan LK-nya masing-masing?"

jelas ada unsur panggilan hati yang direfleksikan dalam bentuk rasa peduli di sini, maka bentuk implementasinya adalah pergerakkan mahasiswa.

pergerakkan mahasiswa, selama sekitar satu semester saya di sini, selama itulah muncul fenomena unik yaitu perdebatan mengenai pergerakkan mahasiswa, dalam bentuk serius ataupun obrolan kawan yang asal lewat saja.
tak perlu dijelaskan apa definisi bergerak, yang harus dibetulkan adalah ke mana arah pergerakkan itu? memajukan atau malah menghancurkan?

pergerakkan mahasiswa acap kali dikaitkan dengan aksi atau demo semata, jika pandangannya seperti jelas akan terjadi kontroversi karena pandangan masyarakat terhadap advokasi sangat beragam.

namun, mahasiswa seharusnya bisa lebih kritis dalam memilih pergerakkan yang ia mau agar dogma yang tercipta di masyarakat bisa diselaraskan dengan tujuan suci mahasiswa.

"ayo mam, ikut aksi yuk besok!" ajakan ini termasuk yang sering keluar dari mulut teman saya.
ajakan seperti ini kemungkinan besar akan saya tolak, alasan? ketika saya tanya untuk apa dia aksi memang dijawab untuk membela rakyat, tapi dia tidak memiliki informasi yang cukup untuk melakukan advokasi.

kalau nanti kamu mati pas aksi terus ditanya sama Tuhan, terus kamu kebingungan karena asal aksi, mau gimana?

sebelumnya perlu ditekankan bahwa saya bukan mahasiswa anti-advokasi, ingat perbedaan pemikiran itu sesuatu yang wajar. saya bergerak dalam bidang saya di sektor minat bakat dan tetap akan melakukan advokasi berdasarkan panggilan hati (dengan informasi yang cukup tentunya).

saya pun tidak akan tinggal diam jika ada kezaliman, namun orang-orang yang seperti ini telah merubah pandangan saya.

teman saya yang satu ini sering sekali membicarakn politik, jelas saya tanggapi sebisa saya. namun apabila yang melakukan advokasi adalah orang-orang yang suka terlambat masuk kelas atau bahkan bolos, suka melanggar janji, suka hura-hura, bahkan melalaikan ibadahnya, apa saya rela bergabung dengan orang seperti ini?

tak usah menuntut pemerintah menjalankan kewajibannya jika kewajibanmu sebagai hamba tidak kau jalani.
tak usah berteriak meminta hakmu apabila hak Tuhanmu saja tak kau penuhi.

ini adalah sebuah opini, semua mahasiswa yang bergerak dalam sektor advokasi tidak seluruhnya seperti ini, kan? hanya sebagian kecil saja
tapi yang kecil inilah yang merusak cara masyarakat memandang, cara mahasiswa apatis memandang.
harapan saya, anda yang merasa tersinggung bisa membantu saya memperbaiki orang-orang seperti ini. ya setidaknya apabila nanti ia terluka atau lebih, detaknya tidak sia-sia, tapi ia bisa mati jihad membela negara.




Imam, Mahasiswa Baru


Senin, 16 Desember 2013

IBD, Imam Butuh Disayang

23:02 WIB, Kamar Adhim

oke, gue terjebak di sini wkwkwk
dear blog, ceritanya gue lagi pusing sendiri nih, iyalah sendiri, kalo berdua namanya puting #maksudnyaputingbeliungadadua

di tengah-tengah (yang rencananya) belajar Ilmu Biomedik Dasar buat diUASin lusa nanti, entah kenapa mata kuliah yang satu ini malah menjadi suatu momok yang menakutkan yang dapat membuat mahasiswa ubah status jadi Cuti #lebay
Cuti? Cuti Tari? *skip lupakan*

ini kita nyampe sini jam 18:00 dan babibu-nya sampe.... 4 jam :|
nyampe-nyampe di sini disediain es campur yang manisnya bisa langsung menyebabkan kita kena diabetes yang bakal merangsang kegiatan homestasis dalam memaksimalkan hormon insulin dengan cara up regulation #eaamabok

udah es, tiba-tiba dikasih makan malem, terus cakue, terus melon, terus mangga, terus martabak keju. yaaa, ini namanya pemenuhan gizi di rumah orang

terus pas pusing gini gue memutuskan untuk ngeblog aja sebelum muncul kata 'go' diantara 'nge' dan 'blog' (gak usah mikir keras, sumpah gak akan keluar di UAS)

demi poni dora dan celana dalem spongebob... butuh semangat banget nih. tadinya sih butuh cinta banget, tapi buat sampe nanti prioritasnya semangat dulu kali ya.

walau gue... emmm... emmm... aduh gak enak ngomongnya.. emmm... ehemjombloehem yaaa jadi kaya gak ada yang nyemangatin gitu deh. tapi harus berusaha!!! aaaa!!! bismillah mudah-mudahan berkah dan lulus di semester ini!!!

dan doa gue terakhir semoga udah ini gak diapa-apain sama Adhim, ya Allah lindungi aku ya Allah. aamiin.

Sabtu, 14 Desember 2013

"shit! gue gak ngerti kenapa ada orang segak bersyukur dia sih, punya semuanya."

"ehhhm, mam. lu emangnya udah bersyukur sama apa yang lu punya?"

*glek*
that's right, makasih buat tamparan lembutnya...

Kamis, 12 Desember 2013

Bismillah UAS

abis dapet stok mood banyak banget nih hehehe
aku lagi ngejalanin minggu-minggu UAS nih, aaaa UAS pertama dengan status mahasiswa.
mohon doanya ya, kamu.

Minggu, 08 Desember 2013

invisible for someone

Have you want to feel invisible for someone you think?
Sembilan puluh delapan menit pembicaraan, ini hasil atau apa?
X             : mam
I               : ya?
X             : lu tau kan gue dulu suka sama dia?
I               : hah? Dulu? Bukannya sampe sekarang?
X             : Enggak, hahaha basi lo, udah dewasa kali
I               : bagus deh kalo gitu
X             : hmmm
                .....
                Mam
I               : ya?
X             : mau curhat dong
                Woooy bales woooy
                Mam
                Mam
                Mammmm
                Gila, lu meninggal ya? -_-
I               : bentar ya wkwkwk tadi keasikan ngerjain logbook
X             : gila lu ngerjain tugas aja keasikan
I               : curhat apa?
X             : tentang orang yang gue suka
I               : lah katanya udah gak suka lagi sama dia?
X             : yeee apasih, gue suka sama orang lain
I               : secepet itu, gila -_-
X             : biasa aja kali :p
I               : sok aja atuh kalo mau cerita
X             : lu mam
I               : gue kenapa?
X             : ih
I               : ???
X             : Itu
                Lo yang gue suka
                Mam, bales kali
                Kebiasaan!!!! Bales woyy -_-
I               : kenapa gue?
X             : lu? Ya gue juga gak tau haha
I               : beneran? Tapi kenapa lu bisa ganti suka sama orang secepet itu?
X             : eemmm, kalo kedok? Kalo selama ini gue suka sama dia cuma kedok biar deket sama          lu, lu percaya gak?
                
                  Mam, yaelah
I               : gitu ya?
X             : iya hahha, yaudahlah kalo lu gak percaya. Atau jangan-jangan kaget -_-
                Percaya gak percaya gue beneran suka sama lu
      
 Oh iya, makasih ya udah mau jadi temen curhat gue, dan segala cerita gue sama dia lupain aja. Jangan berubah gara-gara obrolan kita malem ini. Just be yourself mam wkwkwk

Inget, gue suka sama lu karena lu apa adanya, ngeflooow. Bye gue mau tidur dulu ya

Kamu tahu? Kau ciptakan kebimbangan dalam waktu yang begitu singkat. Pintamu aku bertindak seperti biasa? Mana bisa, biar kucoba seperti apapun.

Aku tidak akan mengatakan hal serupa, jadi tolong dalam kondisi bagaimanapun kita esok atau lusa dipertemukan, aku ingin kau kubur rasamu dalam-dalam.

Aku tidak sesuci itu, sering aku merasa seperti bukan orang baik-baik. Raga kita mungkin tidak terpisah. Tapi ingat, semuanya tak akan sama. Aku tak akan memberi tatapan seperti biasa, hanya akan ada palingan wajah dan kalimat secukupnya.

Bye? Selamat tinggal? Kau berikan kata yang tepat di akhir pembicaraan kita tadi. Iya, selamat tinggal juga, sayang.

Sabtu, 07 Desember 2013

kalimat ini keluar ketika saya sedang ngobrol di line dengan salah seorang sahabat.

"jujur aja gue sempet kesel juga, sirik tepatnya sama dia. kenapa dia punya semuanya. tapi gue sadar, udah gede, wkwkwk. toh sekarang malah kalian, termasuk dia yang jadi orang-orang yang malah ada di deket gue, orang-orang yang buat gue betah idup." - Imam, your joe -