Jumat, 11 Oktober 2024

Kita Akan Terus Berubah

Kita, manusia, akan selalu berubah. Entah karena pahit-manis perjalanan, dosa-dosa yang kita sesalkan (pada manusia dan Tuhan), atau sebab sadar bahwa hal-hal pada diri kita sebagiannya sudah saatnya ditinggalkan.

Dan pada perjalanan ini kita harus selalu memastikan, terus-terusan, bahwa arah yang kita tuju benar-benar yang kita inginkan.


Mungkin nanti saat kita sudah bisa memeluk langkah-langkah yang kita sesalkan, menerima keliru-keliru yang telah berlalu, dan semakin terbiasa pada luka, kita dapat menemukan kembali diri kita yang sempat hilang sementara.


Percayalah bahwa perjalanan kemarin, meski banyak salahnya, telah memberikan kita pelajaran juga. Tidak ada yang sia-sia. 


Dan karena kita masih manusia, sudah saatnya kembali menjadi manusia. Yang banyak salahnya. Yang banyak sok taunya. Yang banyak betulnya. Yang banyak temannya. Yang banyak belajarnya. Yang banyak nangisnya. Yang banyak amal baiknya. Yang banyak marahnya. Yang banyak sombongnya.


Juga yang banyak pengalamannya untuk jadi data yang dipakai buat memutuskan mau menempatkan diri jadi peran apa di hidup yang kita punya.

Sabtu, 13 April 2024

Pohon Kesepian yang Tumbuh Tanpa Disadari

Perjalanan menerima diri itu telah menumbuhkan pohon rindang bernama kesepian. Selama bertahun-tahun mengutuk diri, menolak diri, juga mencari hidayah sendiri tanpa berani bertanya pada siapapun sebab takutnya seorang anak laki-laki itu begitu besar hingga membuat dirinya kecil.

Tangannya telah merusak banyak hati dan hidup manusia. "Tuhan mengapa kau taruh aku di jalan ini?" Ia lepaskan tetes-tetes air mata berjatuhan di sujud-sujud yang menyakitkan.

Namun kegelapan juga anugerah dari Tuhan, ia pahami itu, ia terima, hingga kesadaran tersebut begitu dalam hingga kebenciannya pada diri sendiri telah tiada.

Ya Allah, terima kasih atas segala gelap-terang, sepi-ramai, dan hingar bingar yang tak pernah terdengar karena letaknya di dalam kepala. Aku menyayangi-Mu dan segala jalan yang Kau beri dahulu juga yang ada di hadapanku.

Senin, 13 November 2023

Kita Tidak Sepenuhnya Baik

Mungkin kita menganggap bahwa kita sudah mati-matian tidak jadi makhluk jahat

Tapi sadarkah...

Bahwa untuk melanjutkan hidup, kita harus membuat makhluk hidup lain mati.

Hanya dengan membunuh, manusia bisa makan.

Hanya dengan memiskinkan orang lain, manusia bisa kaya.

Hanya dengan perang, ambisi, dan konflik, ilmu pengetahuan bisa berkembang.


Tangan kita adalah tangan-tangan penuh darah yang kita butuhkan untuk membuat badan-badan kita tetap ada dan bekerja.


Namun untuk bahagia, apakah manusia harus membuat yang lain sedih?

Tidak tahu, kita bicarakan nanti, ya.

Minggu, 08 Oktober 2023

Kita Selalu Punya "Sherina" di Diri Kita

Gua abis nonton Petualangan Sherina 2 hari ini. Buat nostalgia, pasti. Cuma ada hal lain yang gak pernah kena ekspektasi gua sebelumnya.

Tanpa gua sadari, di film awalnya Petualangan Sherina udah nanemin nilai 'kalau kita bener, ngapain takuuuut' di pilihan-pilihan hidup gua. (Ini dialog ada pas Sherina mau berhadapan sama Sadam).

Petualangan Sherina adalah film pertama yang gua tonton di bioskop, bareng keluarga, sambil ngumpetin kacang (jangan ditiru) buat cemilan. Umur gua 5 atau 6 tahun. Saat itu Sherina berhasil buat gua jatuh cinta sama 'bahasa seni' dan membuat gua tumbuh besar bersamanya. 

SMP gua jadi kontingen sekolah buat lomba story telling tingkat kota, juga 15 besar menulis puisi soal hujan (ini puisi pertama gua dan it was literally ngediskripsiin hujan 😭). SMA gua ikut teater dan pentas di sana-sini. Kuliah teater juga, tapi bentuk 'bahasa seni' gua mulai merambah ke event kreatif dan video.

Jujur masuk dunia pekerjaan sebenernya ya... sama aja. Gua di marketing, gak jauh beda sama apa yang gua lakukan bertahun-tahun, TAPI-

Tapi rasanya kayak
Apa ya...
Gua kehilangan 'Sherina' di diri gua, kaya entah kemana gua lupa kalau itu ada.

Di berbagai ranah pekerjaan, gua yakin banget kita yang udah bukan bocah ini sering berhadapan dengan kondisi yang bikin kita takut ambil jalan yang sesuai kata hati atau setipis jadi apatis sama keadaan. Harganya apa? Ya, harganya diri kita sendiri. Kita 'hilang'.

Petualangan Sherina 2 [WARNING SPOILER!!!] nyeritain soal Sherina yang udah jadi wartawan kondang bertemu lagi dengan Sadam yang bekerja di tempat perlindungan orangutan. Mereka berhadapan dengan konflik pencurian orangutan. Selama petualangannya banyak kunci-kunci yang nge-recall film pertamanya dulu.

Selain seru, film ini secara sengaja numbuhin lagi 'Sherina' di diri gua. Gua rasa emang selalu baik nonton film, denger lagu, nonton teater, dan lain-lain.

Segitu aja, ayo kita hadapi lagi hidup ini!


====
Funfact tambahan: sampe sekarang gua bisa hafal semua lines dialog Petualangan Sherina awowkowwmwkok.

Jumat, 03 Februari 2023

Gak Harus Ngerasain Semua Hal

Pola harus segera dihentikan dan tidak dibiarkan. Meski ia menempel pada gen di setiap sel-sel tubuhmu yang hidup.

Jika kau ingin ketenangan, maka ada hal yang harus kau korbankan.

Dan tidak semua kesenangan harus kita rasakan. Beberapa cukup untuk disimpan dalam pikiran.

Meski sampai mati penasaran di kepala tidak terobati, kan tidak semua jalan harus kita lewati.

Rabu, 01 Februari 2023

halo lagi, Jay.

Udah lama kita gak ngobrol, terakhir tuh sekitar 2017 ya? 

Maaf selalu datang di saat seperti ini. Mungkin lu udah bisa nebak masalahnya apa ya hehee

Saat ada lu semuanya kaya mudah aja dulu, walau gua masih bingung sama diri sendiri, seenggaknya lu bantu banyak nemuin solusi-solusi dan jalan terbaik yang sebelumnya gua gak sadar ada.

Kapan ya kita bisa ketemu lagi? 
Gua bikin ulah lagi nih, parah banget pula. Tapi ternyata dampaknya kemana-mana. Hampir gila gua, tolong dong Jay kapan kita bisa ketemu lagi?

Gua ngetik ini aja sambil di kereta, nangis lagi. Bodoh banget gua yang salah, gua yang nangis.

Harus gimana, ya?

Tapi yaudah, lu gak bisa balik lagi juga. Tenang terus ya Jay di alam sana. Semoga menyenangkan buat lu. 

Tolong doain gua. 

Gak Semua Yang Dimau Harus Dituju

Ternyata jika apa yang kita ingin telah kita dapatkan, tidak menjamin kita menemukan kebahagiaan apalagi ketenangan hidup.

Dari dulu juga udah diingetin ke diri sendiri berkali-kali, kalau gak semua yang kita mau harus kita tuju.

Giliran kesandung omongan sendiri, baru kerasa nyesel kenapa gak sekuat tenaga ngejaga yang ada. Jadi ngorbanin orang lain pula.

Lain kali lebih hati-hati, soalnya kita gak tinggal sendiri.

Selasa, 31 Januari 2023

Air Mata yang Menyakitkan

Life is full of sweet mistakes.


Segala umpatan yang kamu rajamkan

dan tamparan-tamparan keras yang kamu lemparkan

tidak akan pernah mampu menghapus batuan sesal yang penuh di rongga-ronggaku


Lalu menangislah engkau menghadap langit-langit kamar yang setiap harinya melihat kita dalam peraduan, kini ia menyaksikan sisimu yang lain. 


Tak mampu aku melihat air mata yang harus keluar dari matamu yang biasanya teduh

Namun tanganku merasa tak pantas untuk menyeka alirannya

Terdiam aku. Menangis kamu.


Kita membawa Tuhan, sekarang.

Mengadu engkau dan bersumpah aku

Inginku kita tetap ada, tapi merasa layak saja aku tidak


Dan dalam adukan ramuan pahit dalam jiwamu ...

Keluarlah mantra luar biasa: bahwa semua layaknya kebun bunga yang dijaga, tapi semuanya sedang perlahan berguguran. Kamu memilih untuk tetap menggenggam sisa-sisa batang yang bisa diselamatkan.

Dengan tangan mungilmu dan ketidakberdayaanku.


Sayang.

Biar pelan aku tanam lagi bibit-bibit ini. Tak apa jika kamu nanti memilih pergi, aku bisa mengerti. 

Tapi jika kamu memilih tetap di sini, terima kasih. Akan kubuat kebun yang indah lagi, meski tanah hangusnya akan tetap di sana selamanya. 


Semoga jiwamu segera tenteram dan kebahagiaan melimpah segera datang untuk selamanya kamu

Kemana saja langkahmu nanti. Pergi atau tetap di sini.


Amin.

Jumat, 08 Juli 2022

Perubahan di Tempat Kerja

Baru-baru ini kantor lagi restrukturisasi personel. Hal itu juga berdampak terhadap tim gua yang pada akhirnya harus dibagi dua. 

Hal tersebut juga membuat gua handle beberapa unit baru dan beberapa orang-orang baru, termasuk sebagian tim yang lama. Artinya juga, gua perlu melepaskan beberapa orang untuk pindah ke divisi lain. Termasuk the person that I rely the most soal kerjaan, tandeman gua yang selama tiga tahun ngembangin unit bareng-bareng. 

Awalnya gua pikir gua bisa dengan mudah membuat semua hal terkendali dan tidak ada yang berubah. Tapi ternyata itu harapan yang salah besar: Perubahan gak pernah terkendali, tapi tetap HARUS terjadi. 

Politik antar divisi, kedekatan personal yang dibangun mulai merenggang, sentimen dan kecemburuan, serta segala hal lain yang gua pikir gua bisa prevent ternyata gak bisa sama sekali. Akhirnya gua sadar bahwa kejadian-kejadian tersebut emang perlu ada.


Penting untuk memahami bahwa perubahan emang harus terjadi. Jujur, adaptasi sama kejadian-kejadian ini sempet bikin gua kewalahan. Gua merasa harus mengendalikan segala hal agar baik-baik saja. Hasilnya gua kecapean sendiri.

Dua hari kemarin gua analisis ulang mana yang jadi tanggung jawab gua dan mana keinginan gua. Ternyata kemarin kecampur tanpa sadar. Sekarang gua mau nata lagi dan sekalian ngebenerin root gua dan tujuan gua. Hope it becomes better.

Sabtu, 16 April 2022

Ketemu Pak Mulyadi, Driver Gojek Pertama

Singkat cerita, gua abis cek persiapan event di Mall Kokas. As usual, Ramadhan emang agenda kantor padet banget kek kandungan protein shake. Setelah lelah dan kudu mikir event besok, lusa, dan lalu-lalunya, kebetulan juga gak bawa motor.

Pas gua buka gojek (kayaknya pertama juga ini ngegojek dari Kokas), muncullah satu opsi kendaraan namanya "goride electric", gua iseng coba eh dicancel. 

Karena jiwa ini sudah terlatih untuk tidak menyerah dan terus berdiri di atas prinsip dan pilihan, gua order lagi. 

Dapet, gak ngeh juga sebelumnya kaya biasa aja. 

Kebiasaan juga kalau lagi stress gua akan ngajak ngobrol orang random lah ya cem tukang gorengan, satpam, presiden. Kebetulan sekarang adanya si bapaknya.

Ngalor ngidul, sampelah gua tanya, "Pak, ini motor listriknya punya siapa?" Kata si bapaknya ini disewain gojek, tapi secara perhitungan ini lebih untung. Hawa-hawanya ni si bapak selama ngobrol cinta banget ke gojek. 

Gua tanya lagi tuh, "udah lama ya pak di Gojek?" Ketawa doang tuh dia, dih gaje kata gua. Cuma lama mikir dan emang tau juga, namanya Mulyadi. LAH DRIVER GOJEK 001 NIH!

Ya, setelah gua konfirmasi, sampe ke kosan obrolan kita seputar kisah Gojek di awal berdiri. Asik sih si bapaknya, semoga sehat-sehat terus pak.

Oh ya, satu lagi, padahal lagi stress cuma gatau pas dipboncengin dan tau si bapak ini 001 gua seneng banget wkwkwk. Emang selalu aja dikasih cara biar gak gila. Makasih ya Allah.

Bonus, foto gua sama Pak Mulyadi biar kagak dikata hoax.
 Cakep anjir gua, iya kan?

Sekian, bibir dikulum, assalamualaikum.

Jumat, 08 April 2022

Gak Semua Hal Layak Diperjuangkan

Bertemu dengan orang yang beragam telah membentuk bagaimana kita mengintrepretasi keinginan, selera, hasrat, dan ketertarikan kita pada sesuatu.

Sederhananya lagi: seseorang.

Terbentuklah apa yang disebut dengan "Tipe". Bohodohnya, sebagai seseorang yang sudah mempunyai pasangan, manusia alias kita-kita ini, masih saja bisa tertarik pada orang lain. 

Mungkin memang gen nenek moyang kita masih tersisa soal ini, monogami pada manusia bukanlah sesuatu yang alamiah. Konsep keluarga, pasangan, dan pengelolaan perasaan pada hanya satu orang adalah sebuah struktur yang dibangun agar ras manusia bisa bertahan lebih lama.

Satu pesan saja, untuk kita yang sedang atau akan berada di fase ini.

Tidak semua orang yang kita sukai layak diperjuangkan. Sering yang lebih baik adalah membiarkan semuanya berjalan kemana seharusnya berjalan.

Semua yang berkilauan belum tentu baik untuk kita.

Juga bila kita selalu memilih hal yang menyilaukan, ia akan menghancurkan kita cepat atau lambat. Lebih baik merawat yang ada, sebab yang cukup adalah yang kita perlukan untuk hidup.

Rabu, 04 Agustus 2021

Ada yang lebih penting

 Ya mau gimana juga sekarang harus bisa terima kalau kita emang gak bisa ngendaliin banyak hal.

Tindakan orang yang bikin kita kecewa, hasil yang gak sesuai sama usaha, tiba-tiba diturunin hal yang gak bikin nyaman di hidup kita, kepikiran kesalahan masa lalu, banyak yang gak bisa penuh kita atur.

Bikin capek, ngebatin aja sendiri.

Ya lama-lama jadi sadar kalau hasil baik, perilaku menyenangkan, hal yang berjalan sesuai rencana, dan ngedapetin hidup yang serbat tepat emang penting, 

cuma kayaknya ketenangan batin, juga gak kalah pentingnya dah. 

Sabtu, 27 Maret 2021

Let People Assume

Kita sebenernya gak perlu tuh ngejelasin diri kita ke orang lain. Lebih tepatnya kita gak perlu memaksa orang lain memikirkan hal tentang kita seperti apa yang kita mau. Orang selalu mengasumsikan sesuatu berdasarkan apa-apa yang mereka lihat dan rasakan dari yang kita lakukan. 

Capek sih kalau kita harus ngatur gimana semua orang berpikir tentang kita. Pertama, walau kita berargumen sekuat apa pun, hal itu belum tentu berhasil. Kedua, buat apaan juga?

Kadang emang harus nikmatin aja bagaimana bekerja, bagaimana orang lain berasumsi. Jangan sampe asumsi orang mempengaruhi bagaimana kita bersikap. Lagian pun salah, apa ngaruhnya. Kalau pun benar, ya gak apa-apa juga. Kita gak perlu juga jadi manusia sempurna yang bisa segalanya dan terlihat baik selamanya.

So from now on, let people assume and keep being yourself.

Jumat, 12 Februari 2021

Kendalinya pada Diri Sendiri

Lagi-lagi harus menelan pil pahit tapi bikin sehat. Entah ini pil ke berapa dan jenis macam apa lagi. Lagi pula cara ngedapetinnya juga sampe nyeri-nyeri jadi sayang aja kalau gak ditelen hahaha

Pil yang harus ditelan sekarang adalah: Kita satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas ketenangan batin kita sendiri.

Betul, bukan orang lain, bukan pasangan kita, bukan sahabat kita, bukan pula keluarga kita. Pada dasarnya yang pasang ekspektasi ke mereka kan kita sendiri. Apapun yang mereka lakukan, bagaimanapun mereka merespon harapan kita, kendali ketenangan batin tetap ada di kita.

Sadarilah bahwa kita tidak akan pernah menemukan ketenangan jika terus mencoba mengendalikan hal di luar lingkar kendali.

Perilaku orang lain ada di luar lingkar kendali.

Persepsi orang lain ada di luar lingkar kendali.

Kondisi lingkungan ada di luar lingkar kendali.

Keputusan orang lain yang berhubungan dengan kita ada di luar lingkar kendali.

Apa yang ada di dalam lingkar kendali kita adalah harapan, bagaimana kita merespon, reaksi kita atas perilaku orang lain, apa yang ingin kita pikirkan, siapa saja orang yang berhak berinteraksi dengan kita, orang jenis apa yang patut kita seriusi, dan masih banyak lagi.

Semakin kita kuat mengendalikan segala hal yang ada di dalam lingkar kendali, serta mencoba berdamai serta merespon secara bijak apa yang ada di luar lingkar kendali, ketenangan batin akan kita dapatkan.

Tentu tidak mudah untuk menelan konsep ini. Perlu muntah berkali-kali. Perlu kepahitan lagi dan lagi. Namun semakin kita terbiasa, maka semakin bisa memudar noda-noda dalam batin yang selama ini mengganggu di ruang dada. 

Selamat terbiasa.

Jumat, 16 Oktober 2020

Inilah Aing

Sebenernya tadi judulnya mau "Inilah Diriku" tapi setelah dibaca ulang why it was so c  r   i       n      g     e

Oke, inilah aing.


Jadi dalam beberapa momen gua marah sama keadaan, ada suatu kondisi dimana gua sudah mencoba mencitrakan diri gua sebagai orang yang (let say) A-type, namun seakan orang-orang menganggap gua ada di B-type. 

Gua berusaha keras bertingkah laku agar citra gua dan asumsi orang-orang sejalur. Gua berusaha menutupi hal-hal yang sebetulnya gua enjoy, tapi malah dianggap memalukan sama gua sendiri. Demi apa? just for fucking people's assumption about me.

Terus sekarang gua capek.

Bodo amatlah orang mikir apa aja. Capek ngasih makan asumsi orang juga. Untungnya apa kan buat kita? kagak adaaaaaaa. Memang, ya.

Oke, mulai detik ini. Lakukan yang menurut lu baik tanpa perlu pedulikan asumsi orang. Orang cuma bisa asumsi, kita yang memutuskan mau menikmati hidup atau tidak. 




Selesai. Hehe.

Jumat, 21 Agustus 2020

Hal yang Ingin Kau Lupa Justru Semakin Nyata

Sibuk mencerna riuh bukan di telinga

aku sehat raga, lantas berisik di kepala

datangnya dari mana? 

Kamis, 20 Agustus 2020

I did a mistake

 Ngikutin ego emang gak pernah bener,


In many times it made me almost losing you. I'm afraid right now.

Minggu, 16 Agustus 2020

Berhenti Ngerasa Lebih Baik dari Orang Lain

Di mana-mana juga ngerasa diri lebih baik dari orang lain itu bahaya banget. Mau sama pasangan sendiri, sama temen se-geng, sama orang yang gak kita suka, jangan sampe deh kita ngerasa lebih baik dalam nilai diri.

Sebab, sekali kita ngeras lebih baik, tertutup sudah kesempatan buat berkembang. Untuk selama-lamanya kita akan punya kualitas diri yang segitu-gitu aja.

 

Namanya juga manusia, ngaku aja kalau emang punya cacat dalam berpikir. Pun gak mau ngaku ke orang lain, minimal ngaku ke diri sendiri lah.

 

Ayo jangan jadi orang yang sgeitu-gitu aja, biar bisa sembuh dari sesuatu seenggaknya kita harus ngaku kalau kita punya borok. Iya gak?

Selasa, 11 Agustus 2020

Mengapa kita marah?

Kita pasti pernah lah ngerasa kesel sama entah apa juga.

Seakan rasanya darah makin cepet naik ke kepala, pengen rasanya ngalihin energi yang lagi meluap-luapnya tapi bingung juga harus dialihin kemana.

Pengen mukul, tapi mukul apa? Pengen teriak, berisik banget nanti. Tapi kalau didiemin rasanya makin neken sesuatu yang ada di dalem diri, gak nyaman banget.

Akhirnya harus coba mengenali diri sendiri, lagi kenapa sih?

Kecewa lagi gara-gara punya harapan tapi beda sama kenyataan, atau ngerasa gak punya cukup daya untuk ngubah suatu kondisi jadi lebih baik dan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Penting dalam keadaan seperti ini untuk sadar bahwa marahnya gak usah dilawan, dinikmati aja sambil dipahami: bahwa kegiatan merelakan yang gak bisa kita kendalikan memang perlu terjadi berkali-kali.

Kalau usahanya udah maksimal, cara-cara baik rasanya udah dilakukan, tapi kalau hasilnya gak sama dengan apa yang dimau, kita bisa apa?

Mungkin hidup cuma lagi bercanda aja sama kita, jadi tinggal kita biarin aja prosesnya berjalan sendiri, gak pernah ada yang sia-sia kok. Gak pernah ada yang sia-sia.

Kamis, 04 Juni 2020

Tentang Lebih Dalam

Ibaratnya lagi menjelajah dasar laut, semakin dalam kita akan sadar bahwa laut tidak seindah apa yang kita lihat di permukaan.

Pun dengan mengenal orang, saat kita memilih untuk masuk lebih dalam, akan ada hal-hal yang membuat kita merasa tidak nyaman yang awalnya tidak kita sadari saat menyelam pertama kali.

Ternyata banyak sampah terbenam dan bangkai kapal, ikan-ikan monser menyeramkan, makhluk abstrak menjijikan, dan segala hal yang tak disadari sebelumnya. Ternyata lebih dalam kita, makin banyak hal yang harus kita kompromikan.